Teman itu seperti apa?


Dewasaku kini semakin bingung mengartikan makna dari sebuah pertemanan. 
Katanya teman selalu ada disaat suka dan duka, susah dan senang. 
Tetapi saat ini? Kebanyakan semuanya palsu!

Dulu ketika aku kecil mengartikan pertemanan cukup dengan tau namanya lalu tau orangtuanya, lebih dekat lagi aku tau rumahnya, dan bermain bersama itu ialah teman. 

Dan sekarang hanya dengan sebuah tap follow dan kemudian follback or coment di instagram itu adalah 'teman' 
Yaaa jaman sekarang memang semudah itu, sehingga ketika pertemanan itu berubah menjadi sebuah permusuhan, dah kesalah pahaman. 
Maka sebuah klik untuk 'block' semua sosmed nya pun mudah untuk dilakukan.

Lalu ketika aku tumbuh dengan usiaku saat ini, aku semakin bingung dengan arti pertamanan ataupun persahabatan. Ah ternyata hanya dengan sekedar canda tawa, bertukar cerita, berkumpul bersama itu sahabat? Namun kepedulian berada dinomer sekian, setelah keasyikan itu diciptakan? 
Katanya solidaritas tapi nyatanya hanya sekedar formalitas. Hmm seperti itukah?

Yang benar saja. 
Teman itu, sahabat itu, memedulikan bukan menjatuhkan, menguatkan bukannya melemahkan, menyemangati bukannya menghianati. 

Tulisan ini bukan berarti sebuah pertemanan itu harus tercipta kesempurnaan. Bukan, tapi dengan semua kelemahan yg kamu punya, dengan sebuah pertemanan itu bisa berubah arti menjadi sebuah kekuatan. 

Karena ketika kita menemukan seorang "sahabat or teman" dunia terasa lebih berwarna.

Dan ini juga bukan berarti aku adalah seorang teman yg sempurna. Oh bukan, aku jauh dari kata itu, namun aku selalu belajar untuk bisa menjadi teman ataupun sahabat yg baik, karna aku pernah tau rasanya di pencundangi oleh seorang teman.

Menyakitkan!

Posting Komentar

Tedbree Logo
Catatan Silvia Biasanya membalas dalam satu jam
Halo, Ada yang bisa kami bantu? ...
Kirim